PEREKONOMIAN INDONESIA

Klaim Airlangga Soal Inflasi Rendah: Berdampak Bagus untuk Ekonomi

Muhamad Wildan
Senin, 07 Oktober 2024 | 09.30 WIB
Klaim Airlangga Soal Inflasi Rendah: Berdampak Bagus untuk Ekonomi

Warga antre membeli barang kebutuhan pokok saat Gerakan Pasar Murah di halaman Masjid Jami Nurul Ikhlas, Kelurahan Sukadamai, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/10/2024).Ā ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/Spt.

JAKARTA, DDTCNews - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan inflasi yang rendah dalam beberapa tahun terakhir memberikan dampak positif terhadap perekonomian.

Airlangga mengatakan inflasi yang terjaga dalam rentang 2,5% plus minus 1% pada beberapa tahun terakhir telah menekan suku bunga atauĀ cost of fund.Ā Hal ini mempermudah masyarakat untuk memperoleh pembiayaan dan memulai kegiatan usaha.

"Hari ini KUR (Kredit Usaha Rakyat)Ā cuma 6%, BI juga di 6%. Suku bunga yang prime sudah single digit, ini mengurangi ekonomi biaya tinggi," ujar Airlangga, dikutip Senin (7/10/2024).

Dalam rangka menjaga daya beli, pemerintah berkomitmen untuk menjaga inflasi komponenĀ volatile foodĀ pada level yang rendah. "Volatile foodĀ penting untuk dijaga agar daya beli masyarakat kuat. KalauĀ volatile foodĀ kita tekan turun, ini baik untuk masyarakat," ujar Airlangga.

Pada saat yang sama inflasi inti atauĀ core inflationĀ dijaga untuk senantiasa naik pada level moderat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, inflasi inti tercatat masih naik sebesar 2,09% (year-on-year/yoy), sedangkan komponenĀ volatile foodĀ mencatatkan deflasi sebesar 1,43% (yoy). Hal ini mengindikasikan ekonomi masih tumbuh dan daya beli masyarakat masih terjaga. "Akan menjadi anomali kalau inflasi naik tapiĀ core inflation-nya turun," ujar Airlangga.

Selain inflasi inti, Airlangga mengatakan indikator-indikator lain yang mengindikasikan terjaganya perekonomian dan daya beli antara lain indeks keyakinan konsumen yang masih positif dan cadangan devisa yang masih terus bertambah.

"Kemudian indeks harga saham gabungan (IHSG) kita lihat bisa tembus ke 8.000. Ini membuktikan ekonomi bergerak. Daya beli kita jaga lewat PKH, bantuan pangan beras, dan jaminan kehilangan pekerjaan," ujar Airlangga.

Seperti diketahui, Indonesia tercatat mengalami deflasi bulanan untuk 5 bulan berturut-turut. BPS mencatat deflasi bulanan pada September 2024 tercatat mencapai 0,12% (month-to-month/mtm). Secara terperinci, deflasi pada komponenĀ volatile foodĀ mencapai 1,34% (mtm), sedangkan deflasi komponenĀ administered priceĀ mencapai 0,04% (mtm).

Beberapa komoditas pangan yang turun harga antara lain cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat. Adapun jenis-jenis BBM yang turun harga yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Green 95, Pertamina Dex, dan Dexlite. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.