SULUH PAJAK

Ramadan Tiba, Waktunya Berbenah di Tengah Ujian Integritas

Redaksi DDTCNews
Kamis, 26 Februari 2026 | 10.00 WIB
Ramadan Tiba, Waktunya Berbenah di Tengah Ujian Integritas
Andra Amirullah,
Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

DI tengah sorotan publik atas berbagai kasus korupsi dan operasi penegakan hukum oleh aparat, bulan Ramadan hadir sebagai ruang jeda yang memberi kesempatan untuk menata ulang orientasi.

Bagi penyelenggara pelayanan publik, khususnya di sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan seperti perpajakan, bulan ini mengajak seluruh pihak kembali pada pertanyaan mendasar: nilai apa yang dijunjung, bagaimana amanah dijalankan, dan sejauh mana integritas memandu keputusan sehari-hari—bahkan ketika tidak ada yang menyaksikan.

Kepercayaan adalah modal utama administrasi perpajakan. Tanpa integritas, sistem yang kompleks dan berbasis kepatuhan sukarela akan sulit bekerja optimal. Karena itu, setiap momentum yang dapat memperkuat etika personal dan profesional patut disambut sebagai bagian dari pembenahan berkelanjutan.

Ketika Sistem Tidak Selalu Cukup

Regulasi, SOP, dan teknologi pengawasan telah berkembang pesat. Namun pengalaman menunjukkan, sebagian besar penyimpangan tidak berawal dari pelanggaran besar, melainkan dari kompromi kecil yang dibiarkan. Teori fraud triangle buatan Donald Cressey menjelaskan bagaimana tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi dapat mengisi ruang-ruang abu-abu dalam proses pengambilan keputusan.

Pada titik ini, mekanisme pengawasan eksternal—seketat apa pun—tidak selalu mampu menutup semua celah. Ketika hati terbiasa menoleransi deviasi kecil, aturan menjadi sekadar administrasi, dan integritas kehilangan bobot moralnya. Karena itu, pembenahan tata kelola harus berjalan seiring dengan penguatan karakter individu yang menjalankannya.

Ramadan sebagai Sekolah Integritas

Ramadan mengajarkan disiplin batin yang relevan bagi siapa pun yang memegang kewenangan. Puasa melatih kita untuk menahan diri dari hal-hal yang halal agar kelak mampu menahan diri dari hal yang dilarang. Pesan moralnya sederhana: tidak semua yang dapat dilakukan, patut dilakukan.

Nilai ini sangat penting bagi profesi yang mengelola kewenangan fiskal, data sensitif, dan kewajiban hukum warga negara. Kejujuran dalam puasa tidak diuji oleh kamera atau sistem, tetapi oleh kesadaran bahwa setiap tindakan diawasi oleh Yang Maha Mengetahui. Dalam ruang yang sunyi itu, makna jabatan terasa lebih jernih—bukan sekadar status atau fungsi struktural, tetapi amanah yang mengharuskan pertanggungjawaban profesional dan moral kepada publik.

Dari Ruang Ibadah ke Ruang Kerja

Penindakan dan efek jera penting, tetapi penguatan integritas memerlukan lebih dari itu. Ia membutuhkan kebiasaan sehari-hari: kemampuan menahan diri ketika peluang penyimpangan terbuka, keberanian memilih benar ketika alasan pembenaran begitu mudah tersedia, serta kesediaan menjaga standar etika meski tidak diawasi.

Di sinilah nilai Ramadan bertemu dengan dunia profesional. Kedisiplinan ibadah melahirkan disiplin prosedural. Kebiasaan menahan diri menumbuhkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Refleksi rutin membangun kesadaran bahwa tindakan kecil sekalipun memiliki dampak terhadap publik dan institusi.

Integritas administratif lahir dari integritas pribadi. Dan integritas pribadi dibentuk oleh nilai yang diulang dan dilatih, sebagaimana Ramadan melatih kita setiap hari.

Penutup: Momentum untuk Keberlanjutan

Ramadan memberi ruang refleksi, tetapi perubahan tidak boleh berhenti hanya dalam satu bulan. Pembenahan integritas adalah proses panjang yang memerlukan sistem yang kuat, budaya organisasi yang sehat, dan nilai personal yang konsisten. Ketiganya tidak dapat dipisahkan.

Jika disiplin, kejujuran, dan rasa amanah yang diasah selama Ramadan mampu terus hadir dalam ruang kerja, dalam proses audit, pelayanan, konsultasi, pemeriksaan, maupun penyusunan kebijakan—maka kepercayaan publik akan tumbuh melalui kebiasaan, bukan hanya melalui slogan.

Ramadan memberi momentum. Menjadikannya keberlanjutan adalah tugas kita semua.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.