Ilustrasi.
BRUSSELS, DDTCNews - Parlemen Eropa akan menggelar voting untuk menentukan nasib proposal laporan per negara atau Country by Country Report (CbCR) yang terbuka untuk publik.
Anggota parlemen asal Austria Evelyn Regner mengatakan voting akan digelar pada 11 November 2021. Menurutnya, jika proposal CbCR publik disetujui, kadar keadilan pajak bagi negara pasar akan makin meningkat.
"Ini merupakan kesuksesan besar bagi Parlemen Eropa, karena parlemen yang menuntut ini dan membawanya ke atas meja," katanya dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (10/11/2021).
Regner memaparkan proposal CbCR publik akan mewajibkan perusahaan multinasional dengan pendapatan tahunan lebih dari €750 juta untuk membuka data kepada publik negara anggota Uni Eropa tempat kegiatan bisnis beroperasi.
Data tersebut antara lain seperti laba usaha, nilai pembayaran pajak di negara tempat operasi, hingga jumlah pegawai. Perusahaan juga wajib membuka data perincian laba dan beban pajak untuk operasi perusahaan di negara non-Uni Eropa yang masuk dalam daftar negara nonkooperatif untuk urusan perpajakan.
Proposal CbCR publik sudah diajukan parlemen sejak 2015 sebagai respons banyaknya rilis dokumen tentang praktik penghindaran pajak seperti Panama Papers dan Paradise Papers. Proses pembahasan CbCR publik berjalan lambat dan baru tercapai kesepakatan sementara pada Juni 2021.
Optimisme juga disampaikan oleh anggota Parlemen Eropa asal Spanyol Iban Garcia del Blanco. Menurutnya, voting proposal CbCR publik merupakan langkah awal untuk meningkatkan transparansi kebijakan perpajakan perusahaan multinasional di pasar tunggal Eropa.
"Ini hanya awal dari sebuah perjalanan. Hal ini merupakan tonggak sejarah untuk terus menuju kemajuan," tuturnya. (rig)